Jumat, 07 Oktober 2016

Riwayat Hidup Syekh Abdul Qadir Bin Sabir Afandi Mandily




Riwayat hidup
Syekh Abdul Qadir Bin Sabir Afandi Mandily
1934 - 1863 M ( 1352 – 1280 H)
           
           Bahwa Syekh Abdul Qadir bin Sabr Afandi Mandily adalah ulama terkemuka di Makkah Al Mukaromah yang ikut memberikan andil dalam ilmu dan pengalamannya dalam pendidikan dan menaikkan standar pendidikan tersebut di Masjidil Harom. Sedangkan pada waktu itu standar bahasa Arab memprihatikan baik itu metode , caranya dan kefasihannya, dimana kantor-kantor, surat-surat resmi bercampur aduk dimasuki kalimat-kalimat bahasa turki. Yang menyebabkan jeleknya susunan (ta’bir) bahasa arab pada masa itu.
     Pada sekitar tahun 1221 H di makkah yang berwajib telah menyusun metode pendidikan dan pengajaran di masjidil harom dan memilim 15 orang ulama yang berbobot dan terkemuka untuk melaksanakan tugas mendidik dan mengajar dalam rangka meningkatkan standar bidang ilmu pengetahuan. Diantara 15 orang ulama yang terpilih tersebut termasuk Syekh Abdul Qadir bin Sabir Afandi Mandili  adalah yang terhormat:
1.      Asad bin ahmad addakhan.
2.      Muhammad bin abdur rahman abu husain al-marzuki.
3.      Muhammad murod al-ghozani.
4.      Umar bin abu bakar ba janaid.
5.      Said bin Muhammad al-yamin.
6.      Abdul qadir mandily (Mandailing).
7.      Abas bin abdul aziz al-maliki.
8.      Muhammad amin bin muhammad ali mirdad.
9.      Muhammad jamal bin muhammad al-amin al-maliki.
1      Muhammad ali bin husain al-maliki.
11.  Abdul karim addaghastani.
12.  Salih bin muhammad ba fadhal.
13.  Muhammad ahmad hamid.
14.  Abu bakar khufeir.
15.  Ahmad abdul latif khatib.

        Bahwa jika kita amati disini. Syekh abdul qadir sabir afandi mandily adalah urutan yang ke 6 dari 15 ulama yang terpilih tersebut , yang terdapat dalam buku yang berjudul Aththawalii Assaniah fi Mizani Attadrisil jadid fil Masjidil Harom – Makkah Al-Mukarramah tahun 1331 H. dalam 15 halaman yang terdiri dari 13 fasal yang dibagi 6 bagian yang berkaitan dengan pengukuhan para pengajar.
Bahwa Syekh Sabir Afandi Mandily ayah Syekh Abdul Qadir Mandily bermukim di Mekkah pada tahun 1278 H. pada tahun 1282 H lahirlah anaknya yang pertama yaitu Syekh Abdul Qadir Mandily, setelah anaknya tersebut berumur empat tahun ayahnya membawa kembali pulang ke kampung halamannya mandailing pulau sumatera disana masa kecilnya anak tersebut berlajar membaca dan menulis dengan huruf arab, dan belajar rukun-rukun islam pada ayahnya dan guru-guru fiqih lainnya. Sesudah Abdul Qadir mencapai umur 13 tahun ayahnya mengirimnya kembali ke Mekkah ( Tempat lahirnya) di temani sebagian kaum kerabat yang pada waktu itu pergi melakukan ibadah Haji. Hal tersebut terjadi pada tahun 1293 H.
Bahwa ayahnya telah membekalinya dengan uang dan keperluan lainnya untuk bermukim di Mekkah tempat kelahirannya dengan maksud menuntut ilmu. Sejak saat itu ia menetap di Mekkah dibawah asuhan keluarga dari kerabatnya dengan maksud untuk menuntut ilmu. Maka setelah menghapal al-quran ia mengatur waktunya belajar beberapa macam mata pelajaran yang berkaitan dengan ilmu agama dan mengikuti pelajaran-pelajaran dibeberapa tempat di Majidil Haram pada ulama-ulama termuka pada waktu itu. Setelah berselang beberapa tahun, hatinya didorong terus semangat belajar, membaca dan musyawarah serta mengadakan munafasyah dengan teman-temanya dalam memecahkan masalah-masalah yang sulit yang sedang dihadapi mereka.
Teman-teman Syekh Abdul Qadir Mandily adalah Syekh Umar Ba Junaid, Syekh Abdul Karim Addaghastani da Sykh Jamal Bin Muhammad Al- Amir Al-Maliki serta yang lainnya. Akhirnya para teman tersebut menjadi teman yang akrab, bersama-sama mengajar di Masjidil Haram pada masa itu.
Diantara para guru beliau, adalah Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha, Syekh Said Ba Busail, Syekh Assaid Husain bin Muhammad Al Habsyi, dan juga Syekh Ahmad Zaini Dahlan dan lain-lainnya. Dan juga sebagai tetangga yang sama-sama bertempat tinggal di Kampung Ajyad, dimana sering terjadi ziarah menziarahi antara beliau dengan Syekh Abud bin Husian Al Maliki, sedangkan di Madinah beliau sering menghadiri Majlis Taklim Sykeh Al-Barjanzi dan Syekh Falih Azhari dan lain-lainnya.
Syekh Abdul Qadir Mandily mulai mengajar di Masjidil Haram pada tahun 1317 H. Murid-muridnya membentuk lingkaran diatas pasir sebagaimana biasanya pada waktu itu, bertempat diarah Bab Ummi Hani (bab Al Hamidiah) di Masjidil Haram. Beliau mengajar pada waktu-waktu tertentu yaitu setelah shalat Subuh, shalat Ashar dan Shalat Magrib. Mata pelajaran yang diberikan adalah Fiqh Syafi’I, Usul Figh, Tafsir, Hadist, Nahu, Sorof, Balaghah, dan kadang-kadang muridnya membacakan Ihya Ulumuddin, Kitabul Um dan Jamul Juwami dalam Ushiul Fiqh. Tafsir Al Ghazin, Tafsir Jalalain, Sahih Bukhari dan Muslim Lainnya.
Bahwa Syekh Abdul Qadir fasih dalam berbicara, pelajaran yang disampaikan beliau mudah ditangkap dan dimengerti dengan argumentasi yang kuat dan cara mengajarnya memuaskan terutama dalam menerangkan masalah-masalah yang sedang dia ajarkan. Hal tersebut diterangkan beberapa muridnya diantaranya:
1.      Syekh Mahmud Sylhabuddin yang juga pernah mengajar di Masjidil Haram pada tahun puluhan (1350 H ).
2.      Syekh Mustofa Husin pendiri dan pemilik Madrasah Mustofawiyah di Purba Mandailing yang sering dan tetap mengikuti Majlis Ta’lim beliau, sewaktu ia masih belajar di Makkah
3.      Al- Ustaz Abdul Qahhar Muzakir mantan Rektor Al-jami’ah Al- Islamiyah Yogyakarta yang pernah menjadi muridnya di Mekkah.

Adapun karangan-karangan beliau dengan tulisannya kelihatannya tidak ada, namun anak yang paling sulung bernama Syekh Muhammad Jafar bin Syekh Abdul Qadir mandily yang kembali ke Indonesia pada tahun 1330 H. setelah menyelesaikan pelajarannya di Mekkah menerangkan kepada teman-temannya bahwa ayahnya Syekh Abdul Qadir Mandily pernah menulis kitab ilmu Musthalah Al hadits dengan nama Sullamul Hadits, tapi sangat disesalkan tidak sempat dicetak, karena pada waktu itu anak tersebut tinggal  di Mandailing Sumatera dan pula belum ada cetakan dengan huruf Arab, akhirnya kitab tersebut itu terlupakan dan hilang, dan Syekh Abdul Qadir Mandily pernah kembali ke Mandailing untuk ziarah pada tahun 1340 H.
Pada tahun 1327 H hujan turun lebat terjadi banjir sampai membanjiri Masjidil Haram termasuk rumah tempat tinggal Syekh Abdul Qadir Sabir Mandili dalam musibah ini dua orang putrinya meninggal dunia salah satu diantara mereka berumur lima tahun sedangkan beliau dan isterinya serta sang putra dan putri yang sulung selamat dari musibah tersebut.
Pada tahun 1341 H beliau berada di Penang disana kena serangan stroke akibatnya tangan dan kaki kirinya lemah, akan tetapi setelah 1 tahun kemudian beliau kembali sehat, dimana beliau dapat berjalan dan dapat menggerakkan tangan kirinya. Sejak saat itu beliau berhenti mengajar pada tahun 1343 H. Beliau kembali ke mekkah dan tetap tinggal dirumah dan tidak keluar rumah kecuali, untuk sholat berjamaah di masjidil Haram dengan bantuan anak-anaknya. Atas permohonan murid-muridnya agar beliau kembali mengajar dan akhirnya beliau mengkhususkan waktu untuk mengajar murid-muridnya dirumah
  Pada waktu siang Dhuha hari selasa tanggal 26 Rajab tahun 1352 H beliau kembali kepada Khaliknya Azza Wajalla (Wafat), setelah sakit lebih dari 1 bulan. Almarhum wafat di rumah yang dibeliknya pada tahun 1352 H. Di Mekkah yang terletak di kampung Ajyad Syarii Al-Mathbaah yang terdahulu jenazah almarhum diberangkatkan pada waktu ashar ke Masjidil Haram dan disholatkan oleh publik yang banyak dan di imami teman dekatnya Syekh Umar bin Abu Bakar Ba Junaid dan ikut mensholatkan beliau bersama ulama-ulama terkemuka.
        Semasa hidup Syekh Abdul Qadir Sabir Mandily Berda’wah melalui pendidikan dan pengajaran islam baik dengan lisan ataupun perbuatan, baik di Mekkah maupun di Indonesia di pulau Sumatera Utara. Keluarga Batak penduduk Tapanuli Sumatera Utara yang banyak masuk Islam atas Usahanya.

inilah foto putra dan putrinya syekh abdul qadir mandiri  
 

2 komentar:

  1. Hai, saya punya foto Syekh Abdul Qadir Bin Sabir Afandi Mandily, tolong beri saya email, saya akan mengirimkan bantuan kepada Anda

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini email saya kak icalrkt99@gmail.com, saya mau foto beliau untuk tugas saya di kampus

      Hapus